Sunday, 01 April 2018 04:47

QIYAMUL LAIL (Shalat Malam)

Written by
Rate this item
(0 votes)

QIYAMUL LAIL


Qiyamul lail (shalat malam) merupakan perkara yang sangat penting. Ia termasuk ciri-ciri orang yang bertaqwa. Seorang muslim harus berusaha untuk selalu menjaga dan menunaikannya dalam setiap harinya. Meninggalkan shalat malam, berarti telah menyia-nyiakan keutamaan yang telah Allah sediakan. Rasulullah bersabda:

 
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَ بَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا أَعَدَّهَا اللهُ تَعَالَى لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَ أَلاَنَ الْكَلاَمَ وَ تاَبَعَ الصِّياَمَ وَ صَلَّى بِاللَّيْلِ وَ النَّاسُ نِيَامٌ

 “Sungguh di dalam surga tedapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar-kamar itu Allah sediakan bagi orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Ramadhan (dengan puasa sunah), menebarkan salam dan mengerjakan sholat malam ketika manusia lain terlelap tidur.” (al Jami’ ash shaghir: 2123). Dan masih banyak lagi keutamaan yang lainnya.

Berikut ini akan kami turunkan beberapa atsar dari para salafuna ash shalih tentang qiyamul lail:

Abu Sulaiman Ad-Darany rahimahullah berkata, “Ahli ketaatan merasa lebih lezat dengan malam hari mereka daripada orang yang lalai dengan kelalaiannya. Andaikata bukan karena malam hari, niscaya saya tidak suka untuk tetap hidup di dunia.” (al Ihya’: 1/423)

Tsabit bin Aslam Al-Bunany rahimahullah berkata, “Tidak ada hal lezat yang saya temukan dalam hatiku melebihi qiyamul lail.” (Shifatush shofwah: 3/262)

Berkata Wahb bin Munabbih: “Qiyamul lail akan menjadikan mulia orang yang hina. Sedangkan puasa di waktu siang akan memupus hawa nafsunya.Tidaklah ada kesenangan bagi seorang mukmin sebelum ia masuk ke dalam surga.” (at Tahajjud wa qiyamul lail: 24 )

 Dari Utsman bin ‘Atho’ al Khurasany dari bapaknya, dia berkata: “Dahulu pernah di katakan bahwa qiyamul lail adalah tempat kehidupan bagi badan, cahaya bagi hati, sinar bagi pandangan mata, dan kekuatan bagi anggota badan. Sungguh jika ada seseorang yang bangun di waktu malam lantas ia melakukan shalat malam (tahajjud) niscaya ia akan merasa gembira di waktu paginya, ia akan mendapatkan kegembiraan di dalam hatinya. namun apabila ia terlelap tidur hingga pagi maka ia akan merasa sedih dan gundah hatinya seakan-akan ia telah kehilangan sesuatu. Dan sungguh –memang benar- sejatinya dia telah kehilangan sesuatu yang paling besar manfaatnya bagi dirinya.” (at Tahajjud wa qiyamul lail: 170)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Mengapa orang-orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya dibanding yang lainnya?” Beliau menjawab: “Karena mereka suka berduaan bersama cahaya Ar-Rahman (Allah) dalam kegelapan (malam), maka Allah pun menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya.” (al Ihya’: 1/220)

Beliau juga pernah menegaskan: “Sesungguhnya orang yang telah melakukan dosa, akan terhalang dari qiyamul lail.” Ada seseorang yang bertanya: “Aku tidak dapat bangun untuk qiyamul lail, maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?” Beliau menjawab : “Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di waktu siang, niscaya Dia akan membangunkanmu di waktu malam.”(Tazkiyyatun Nufus, kar. Ahmad Farid)

Dari Qotadah, dia berkata: “Orang munafik itu jarang sekali begadang malam (sholat malam, pent). (al hilyah: 2/338)

Dari Ibrahim bin waqi’ dia berkata; “ketika ayahku sedang sholat (malam), maka tidak ada seorangpun yang tinggal di dalam rumah kami  melainkan juga ikut melakukan sholat sampaipun seorang budak wanita hitam kami (ia juga ikut melakukan sholat malam).” (Siyar A’lamin Nubala’: 9/149)

Dari Sufyan ats-Tsauri, dia berkata: “Sesungguhnya aku sangat gembira bila malam telah tiba.” Hal ini lantaran cintanya yang begitu besar terhadap sholat malam.” (Musnad Ibni al ja’d: 284).

Pada suatu malam Hubaib al ‘Ajmi terlelap dalam tidurnya lalu istrinya pun membangunkannya di waktu sahur (menjelang terbit fajar) seraya berkata: “Bangunlah wahai suamiku, sungguh telah berlalu waktu malam dan telah tiba waktu siang, sedangkan di hadapanmu terdapat jalan yang begitu jauh dan perbekalan yang masih sedikit. Rombongan-rombongan orang shalih telah berlalu sedang kita masih menetap (di dunia).” (Shifatush Sofwah: 4/35)

Dari Abdul ‘Aziz bin Abi Rowwad, ia berkata: ‘Adalah al Mughirah bin Hakim as Shon’ani apabila ia hendak melakukan sholat malam maka ia memakai pakaian terbagus yang ia miliki dan memakai wewangian. Ia termasuk orang-orang yang gemar melakukan sholat malam.” (al hilyah: 8/195)

Dari Ibrahim bin Syammasy, dia berkata: “Dahulu aku mengenal Ahmad bin Hanbal di masa kecilnya. Dia selalu menghidupkan malamnya (sholat malam. pent).” ( Siyar A’lamin Nubala’: 11/228)       

Demikain, mudah-mudahan, kita semua termasuk diantara hamba-hamba Allah yang diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Aamiin. Wallahu waliyyut taufiq.

 

Abul Harits as Sidawy.

Read 1493 times Last modified on Thursday, 30 August 2018 02:27

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Masukkan email anda untuk berlangganan Informasi Ponpes Riyadhussholihin yang akan dikirimkan secara rutin setiap ada informasi terbaru.

LOKASI KAMI

PONPES RIYADHUSSHOLIHIIN
Jl. Kadukacang Km.0,5 Rocek Cimanuk Pandeglang Banten 42271
Telp.Fax: 0254-5550681 / 0254-5550691

WhatsHelp Chat Button

© Copyright Pondok Pesantren Riyadhussholihiin 2019. Design & Development by JOOMSHAPER

Search