Artikel Kajian

Artikel Kajian (4)

JAGA DAN TUTUPLAH PERHIASAN EMAS & MUTIARAMU RAPAT- RAPAT...


 

Saudaraku...sudah barang tentu tatkala seseorang memiliki perhiasan yang sangat berharga & mahal, dia akan berusaha menjaganya bahkan di tutup dan dikunci rapat2...sehingga tidak ada seorangpun yang mampu mencurinya...

Tatkala perhiasan itu di nampakan dan di pertontonkan niscaya tidak akan aman dr orang yang memandangnya dengan penuh hasrat, memegang dan mengotorinya bahkan mencurinya...

WANITA DAN AUROTNYA ADALAH PERHIASAN... MAKA TUTUPLAH...

INILAH PERINTAH ROBBUL ALAMIIN...

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri (Wanita) orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Ahzab : 59)

TATKALA DI BUKA MEREKA TERANCAM NERAKA...

صنفانِ من أهلِ النارِ لم أرَهما . قومٌ معهم سياطٌ كأذنابِ البقرِ يضربون بها الناسَ . ونساءٌ كاسياتٌ عارياتٌ مميلاتٌ مائلاتٌ . رؤوسُهنَّ كأسنِمَةِ البختِ المائلةِ . لا يدخلْنَ الجنةَ ولا يجدْنَ ريحَها . وإن ريحَها ليوجد من مسيرةِ كذا وكذا

"Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama): Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR.Muslim)

MEMAKAI BAJU TAPI TELANJANG...

  1. Baju besar tapi tipis dan transparan.
  2. Bajun tebal tapi sempit.
  3. Baju yang menutup sebagian aurat dan membuka sebagiannya.

AURAT WANITA...

Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya selain wajah dan kedua telapak tangannya..

MEREKA ADALAH SUMBER FITNAH SYAHWAT TERBESAR...

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

 

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah syahwat yang besar ini... Dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para wanita untuk menutup aurat mereka... Sehingga mereka suci, bersih dan terjaga di dunia dan akhirat.

 

Abu Ismail, Ma'had Riyadhusshlihiin. Pandeglang.

Sunday, 22 October 2017 04:49

BELAJAR AKHLAK DARI DIRI SENDIRI

Written by

BELAJAR AKHLAK DARI DIRI SENDIRI...


 

Saudaraku... Akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur adalah mutiara indah yang menghiasi seorang hamba... Di mana saja dia berada maka akan indah dan dicintai manusia...

Kemuliaan Akhlak tertuang pada TIGA Perangai mulia...

1. Senantiasa murah kebaikan...

بذل الندى (Badzlunnada )

2. Senantiasa Menahan diri dari melakukan keburukan

كف الأذى (Kafful Adza )

3. Senantiasa berwajah ceria...

طلاقة الوجه (Thalaqotul Wajhi )

 

BISA BELAJAR AKHLAK DARI DIRIMU SENDIRI...

Sangat mudah... Ikutilah nasihat kekasih Allah ini...

لا يُؤمِنُ أحدُكم حتى يُحِبَّ لأخيه ما يُحِبُّ لنَفْسِه

" Tidak dianggap beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri "

(HR. Bukhori)

MAKA...

  1. Apa-apa yang diinginkan pada dirinya dari kebaikan... Lakukanlah hal itu kepada saudaranya..
  2. Dan apa-apa yang Dia benci pada dirinya dr keburukan... Maka Janganlah dilakukan pada saudaranya...
  3. Dan lakukan kepada saudaramu perbuatan-perbuatan yang engkaupun ingin di perlakukan dengan hal yang sama oleh saudaramu pada dirimu...

Semoga kita bisa berakhlak mulia sehingga di hari kiamat bisa dekat majelisnya dengan kekasih Allah (Muhammad Shallalahu 'Alaihi Wasallam) yang telah dipuji kemuliaan Akhlak nya...

Abu Ismail... Ma'had Riyadhusshalihiin, Pandeglang.

SIAPA YANG IKUT NUMPANG DI KENDARAANMU... MALAIKAT ATAU SYETAN...


Saudaraku... Setiap kita pasti pernah bekendaraan baik pribadi atau umum... Sementara perjalanan / safar didalamnya terdapat bagian adzab (dari keletihan dan bahaya-bahaya yang mengancam) sebagaimana yang di kabarkan oleh Rasulullah Shallalahu Alaihi wasallam.

Sudah Barang tentu tatkala kita safar kita ingin nyaman dan selamat... Maka selain dengan kita mempersiapkan kendaraan yang baik dan bekal yang cukup, kitapun berharap perjalanan kita di ridhai dan dijaga Allah dan di temani oleh Malaikat-Nya...

BAGAIMANA CARANYA... SIMAKLAH KABAR KEKASIH KITA..

"Dari Uqbah bin Amir Radhiyallhu 'anhu, dari Nabi Shallalahu Alaihi wasallam bersabda :

مامن راكب يخلو فى مسيرة بالله و ذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر و نحوه إلا كان ردفه شيطان

"Tidak ada seorangpun Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dengan dzikir, maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat. Sedangkan pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan Sya'ir (nyanyian) dan lainnya (termasuk musik), maka yang menjadi penumpangnya adalah setan."

 (HR. Thabrani dalam Majmu Al-Kabir, no. 895. disahihkan oleh Albani dalam Shahih Aljami, no. 5706).

MAKA...

  1. Jangan lupa doa naik kendaraan, do'a safar bila perjalanan jauh.
  2. Jadikan suara Al Quran sebagai teman perjalananmu....

 

Semoga manfaat dan semoga setiap perjalanan kita di lindungi Allah dan di temani malaikat...

Abu Ismail... Maً'had Riyadhusshalihiin. Pandeglang.

Sunday, 22 October 2017 04:46

Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis Ilmu

Written by
Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis Ilmu

Ada beberapa adab majelis ilmu yang mungkin sudah kita lupakan dan lalaikan, yaitu berusaha mencatat ilmu tersebut. Seringnya kita datang ke majelis ilmu dengan niat yang kurang ikhlas, datang ke majelis ilmu hanya sekedar mendengarkan sambil santai-santai, itupun tidak serius, ada yang sambil bermain HP, ada yang sambil bersandar di posisi paling belakang dan adab yang tidak selayaknya ada di majelis ilmu yang mulia serta di doakan oleh para malaikat. Bahkan ada yang niatnya kurang baik yaitu majelis ilmu dengan tujuan utama ngumpul-ngumpul, kopdar, ingin ketemu ustadznya atau tujuannya berdagang saja. Semoga niat ini bisa diperbaiki agar mendapatkan keberkahan ilmu dengan adab majelis yang benar.

Anjuran mencatat ilmu

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya1

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran2

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja3

Sampai-sampai Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”4

Mencatat ilmu agar tidak mudah lupa

Daya ingat manusia lemah dan terbatas, karenanya kita dianjurkan agar mencatat ilmu. Dengan mencatat ilmu ketika di majelis, maka kita berusaha merangkum apa yang didengar dan mencatatnya. Ini membuat lebih fokus ketika mengikuti majelis ilmu dan membuat ingatan lebih kokoh dan yang lebih penting sikap ini menunjukkan perhatian kita terhadap ilmu serta memulia ilmu agama yang berkah ini.

Tafsir surat Al-Alaq yaitu agar kita mencatat ilmu agar tidak mudah lupa, yaitu membaca dari tulisan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

قلنا: نعم له دواء ـ بفضل الله ـ وهي الكتابة، ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ * خَلَقَ الإِنسَـنَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الاَْكْرَمُ * الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ}. (العق: 1 ـ 4). فقال (اقرأ) ثم قال: {الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ } يعني اقرأ من حفظك، فإن لم يكن فمن قلمك، فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة، وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة، والان أصبحت الكتابة أدقُّ من الأول، لأنه وجد ـ بحمد الله ـ الان المسجِّل

kita katakan, iya. Lupa ada obatnya –dengan karunia dari Allah- yaitu menulisnya. Karenanya Allah memberi karunia kepada hamba-Nya dengan surat Al-Alaq. Yaitu “iqra’” kemudian “mengajarkan dengan perantara pena”. Maksudnya, bacalah dengan hapalannya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu.

Allah Tabaraka Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana mengobati penyakit ini yaitu penyakit lupa dan kita obati dengan menulis. Dan sekarang menulis lebih mudah dibanding dahulu karena mudah didapatkan dan segala puji bagi Allah, sekarang bisa direkam.”5

Ikat juga ilmu dengan amal

Di zaman sekarang di mana sarana tulis-menulis dan kemudahan copy-paste serta sarana sosial media internet, maka mencata dan menyalin cukup mudah, karenanya ada ungkapan,

قيد العلم بالعمل

ikatlah ilmu dengan mengamalkannya

Ilmu lebih layak diikat dengan amal karena ilmu yang telah diikat dikitab-kitab telah banyak dilupakan. Apalagi di zaman ini kita sangat butuh terhadap amal, contoh akhlak mulia bagi masyarakat.

***

@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar – Sabalong Samalewa

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

___

1 Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026

2 HR. Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

3 Diwan Syafi’I hal. 103

4 Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

5 Mutshalah Hadits syaikh Al-Utsaimin

Masukkan email anda untuk berlangganan Informasi Ponpes Riyadhussholihin yang akan dikirimkan secara rutin setiap ada informasi terbaru.

LOKASI KAMI

PONPES RIYADHUSSHOLIHIIN
Jl. Kadukacang Km.0,5 Rocek Cimanuk Pandeglang Banten 42271
Telp.Fax: 0254-5550681 / 0254-5550691

Search