Super User

Super User

Dengan memuji syukur kepada Allah Ta'ala, Yayasan Riyadhussholihiin Pandeglang dapat menyelenggarakan kegiatan Penyembelihan & Penyaluran Hewan Qurban Idhul Adha 1439 H. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak memiliki peran yang tidak sedikit dalam menjalankan program ini.

Oleh sebab itu kami dari Yayasan Riyadhussholihiin Pandeglang sangat berterima kasih kepada kaum muslimin pada umumnya serta para donatur secara khusus yang telah mempercayakan sebagian dari hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah melalui kegiatan yang kami adakan yaitu Penyembelihan & Penyaluran Hewan Kurban Idhul Adha 1439 H ini. Semoga Allah ta’ala membalas kebaikan mereka dengan sebaik-baik balasan. Jazaakumullahu khairan.

 

Panitia

Kepada Yth,-

Bapak/Ibu Wali Santri Baru

Pondok Pesantren Riyadhussholihiin

Di       

       T e m p a t

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan Rahmat Maghfiroh dan Hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita selalu berada pada jalan-Nya sesuai dengan tuntunan dan Ajaran Rosulullah Shallallaahu’ alaihi wasallam.

Seiring dengan berjalannya waktu, Alhamdulillah Kegiatan Belajar Mengajar di Pondok Pesantren Riyadhussholihiin Tahun Pelajaran 2018-2019 dapat berjalan dengan lancar, itu semua merupakan karunia dan rahmat Allah Ta’ala serta berkat dukungan dan perhatian Bapak/Ibu Wali santri semuanya, dan kami segenap pengurus Pondok Pesantren Riyadhussholihiin mohon maaf jika selama ini terdapat kekurangan dan kekhilafan.

Bersama surat ini kami mengundang kepada Bapak/Ibu Wali Santri Baru untuk dapat menghadiri Pertemuan dan Ramah Tamah Wali Santri Baru dengan Keluarga Besar Pondok Pesantren Riyadhussholihiin Pandeglang yang In-sya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal      : Ahad, 02 September 2018

Pukul                  : 09.00 WIB s.d Selesai

Tempat               : Masjid Pondok Pesantren Riyadhussholihiin Pandeglang

 

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas segala perhatian dan kehadirannya kami haturkan terima kasih. Wajazaakumullahu Khoiron

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Pandeglang, 15 September  2015

Pengasuh Harian Ponpes
 RIYADHUSSHOLIHIIN



Ust. Badri, S.Pd.I

 
Sekretaris Ponpes
RIYADHUSSHOLIHIIN

 


Ust. Widya Amboro
 

Mengetahui,

Pengasuh Umum Ponpes

RIYADHUSSHOLIHIIN

 

 

Ust. Fachruddin Nu’man, Lc

 

TEBAR DAGING QURBAN BERSAMA PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIN PANDEGLANG


{ ANTARA IBADAH & DA'WAH }

? YANG TAK PERNAH DI TINGGALKAN KEKASIH KITA...IBNU UMAR BERCERITA....



أقام رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلمَ بالمدينةِ عشرَ سنينَ يُضحِّي

"Nabi Shallallahu Aliahi wasallam Tinggal di madinah 10 Tahun, beliau senantiasa menyembelih Qurban" (HR. Ahmad)

? BAAROKALLAHU FIEKUM....

PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIIN kembali memudahkan kaum muslimin untuk beribadah Qurban bersama kami, yang dagingnya akan kami bagikan kepada para penuntut ilmu, Para Da'i dan masyarakat sekitar, dengan harapan bisa menjadi wasilah kemudahan da'wah di tengah mereka.

☎ Bagi kaum muslimin yg berniat ikut program ini bersama kami bisa menghubungi ( Tlp/WA/Sms) :

? Abu Ismail : +6281319269080

? Dana pembelian hewan Qurban bisa cash atau melalui rekening :

? BSM YAYASAN. RIYADHUSSHOLIHIIN
NO.REK: 1470033630

? BSM, AN. FACHRUDDIN NUMAN
NO. REK: 7016562027

? BCA KC, BONA INDAH . A FACHRUDIN NUMAN . NO REK 6080330055.

Insya Allah keikut sertaan antum dlm program ini sangat bermanfaat utk pondok dan da'wah sunnah di sekitar pondok ...

? Mohon info ini bisa di kabarkan kpd yg lain....Wa Jazakumullahu khairon

DAUROH & MUQABALAH UNIV. ISLAM MADINAH DI PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIIN


Madinah adalah kota yang penuh akan sejarah, bahkan merupakan kota yang unggul dari kota-kota yang lain…

Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda:

والمدينة خير لهم لو كانوا يعلمون

“Dan kota Madinah itu jauh lebih baik untuk mereka sekiranya mereka mengetahui…” (HR Bukhari)

Tapi tahukah anda, bahwa di dalam kota Madinah itu sendiri terdapat Universitas besar yang telah melahirkan ribuan ulama dari seluruh penjuru dunia.

Ya… Universitas itu bernama ‘Jaamiah Islamiyah Al-Madinah’ atau lebih terkenal dengan sebutan Universitas Islam Madinah.

Pada tahun ini, yaitu tahun 1439H bertepatan dengan tahun 2018M dengan izin Allah Ta'ala, Alhamdulillah di lembaga kami Pondok Pesantren Riyadhussholihiin mendapatkan kehormatan dari Universitas Islam Madinah dengan diberikannya kesempatan untuk melaksanakan Dauroh dan Muqabalah untuk dapat masuk di perguruan tinggi tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Riyadhussholihiin.

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulqo'dah 1439H / 22 Juli 2018M tersebut berlangsung selama dua hari, dengan agenda Dauroh pada hari pertama dan kedua sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan panitia serta ujian yang dilaksanakan pada hari ke 3.

Semoga Allah Ta'ala memudahkan seluruh peserta yang mengikuti ujian tersebut dan dapat menunutut ilmu di Universitas Islam Madinah.

RAPAT STRUKTUR PENGURUS PONDOK PESANTREN RIYADHUSSHOLIHIIN


Senin, 16 Juli 2018, diadakan rapat pembentukan Struktur Pengurus Pondok Pesantren Riyadhussholihiin tahun pelajaran 2018-2019  bertempat di ruang Masjid SMP Riyadhussholihiin. Acara yang telah dibuka oleh Ust. Badri S.Pd.I telah dihadiri oleh beberapa asatidz diantaranya Ust. Fachhruddin Nu'man, Lc (Pembina Yayasan sekaligus Mudir 'Aam), Ust. Nurhasan Numan (Ketua Yayasan), Ust. Badri, S.Pd.I (Mudir Tanfidzi) serta seluruh jajaran asatidz dan pengabdian.

Beberapa ringkasan hasil rapat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengingatkan kembali 15 Prinsip Dasar Asatidz yang telah dibacakan oleh Ust Fachruddin Nu'man, Lc selaku Pembina Yayasan
  2. Memotivasi seluruh asatidz untuk bekerja dengan keikhlasan dan profesional, serta menjaga norma-norma sebagai guru
  3. Pembacaan struktur yang telah dibacakan oleh Ust. Nurhasan Numan selaku Ketua Yayasan

Rapat yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga Zhuhur tersebut merupakan kegiatan tahunan Pondok Pesantren Riyadhussholihiin yang mengawali lembaran tahun ajaran 2018-2019. Semoga hasil-hasil rapat dan program kerja yang dirancang dapat berjalan dengan lancar. Aamiin.

 

Sunday, 01 April 2018 04:47

QIYAMUL LAIL (Shalat Malam)

QIYAMUL LAIL


Qiyamul lail (shalat malam) merupakan perkara yang sangat penting. Ia termasuk ciri-ciri orang yang bertaqwa. Seorang muslim harus berusaha untuk selalu menjaga dan menunaikannya dalam setiap harinya. Meninggalkan shalat malam, berarti telah menyia-nyiakan keutamaan yang telah Allah sediakan. Rasulullah bersabda:

 
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَ بَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا أَعَدَّهَا اللهُ تَعَالَى لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَ أَلاَنَ الْكَلاَمَ وَ تاَبَعَ الصِّياَمَ وَ صَلَّى بِاللَّيْلِ وَ النَّاسُ نِيَامٌ

 “Sungguh di dalam surga tedapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar-kamar itu Allah sediakan bagi orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Ramadhan (dengan puasa sunah), menebarkan salam dan mengerjakan sholat malam ketika manusia lain terlelap tidur.” (al Jami’ ash shaghir: 2123). Dan masih banyak lagi keutamaan yang lainnya.

Berikut ini akan kami turunkan beberapa atsar dari para salafuna ash shalih tentang qiyamul lail:

Abu Sulaiman Ad-Darany rahimahullah berkata, “Ahli ketaatan merasa lebih lezat dengan malam hari mereka daripada orang yang lalai dengan kelalaiannya. Andaikata bukan karena malam hari, niscaya saya tidak suka untuk tetap hidup di dunia.” (al Ihya’: 1/423)

Tsabit bin Aslam Al-Bunany rahimahullah berkata, “Tidak ada hal lezat yang saya temukan dalam hatiku melebihi qiyamul lail.” (Shifatush shofwah: 3/262)

Berkata Wahb bin Munabbih: “Qiyamul lail akan menjadikan mulia orang yang hina. Sedangkan puasa di waktu siang akan memupus hawa nafsunya.Tidaklah ada kesenangan bagi seorang mukmin sebelum ia masuk ke dalam surga.” (at Tahajjud wa qiyamul lail: 24 )

 Dari Utsman bin ‘Atho’ al Khurasany dari bapaknya, dia berkata: “Dahulu pernah di katakan bahwa qiyamul lail adalah tempat kehidupan bagi badan, cahaya bagi hati, sinar bagi pandangan mata, dan kekuatan bagi anggota badan. Sungguh jika ada seseorang yang bangun di waktu malam lantas ia melakukan shalat malam (tahajjud) niscaya ia akan merasa gembira di waktu paginya, ia akan mendapatkan kegembiraan di dalam hatinya. namun apabila ia terlelap tidur hingga pagi maka ia akan merasa sedih dan gundah hatinya seakan-akan ia telah kehilangan sesuatu. Dan sungguh –memang benar- sejatinya dia telah kehilangan sesuatu yang paling besar manfaatnya bagi dirinya.” (at Tahajjud wa qiyamul lail: 170)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Mengapa orang-orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya dibanding yang lainnya?” Beliau menjawab: “Karena mereka suka berduaan bersama cahaya Ar-Rahman (Allah) dalam kegelapan (malam), maka Allah pun menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya.” (al Ihya’: 1/220)

Beliau juga pernah menegaskan: “Sesungguhnya orang yang telah melakukan dosa, akan terhalang dari qiyamul lail.” Ada seseorang yang bertanya: “Aku tidak dapat bangun untuk qiyamul lail, maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?” Beliau menjawab : “Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di waktu siang, niscaya Dia akan membangunkanmu di waktu malam.”(Tazkiyyatun Nufus, kar. Ahmad Farid)

Dari Qotadah, dia berkata: “Orang munafik itu jarang sekali begadang malam (sholat malam, pent). (al hilyah: 2/338)

Dari Ibrahim bin waqi’ dia berkata; “ketika ayahku sedang sholat (malam), maka tidak ada seorangpun yang tinggal di dalam rumah kami  melainkan juga ikut melakukan sholat sampaipun seorang budak wanita hitam kami (ia juga ikut melakukan sholat malam).” (Siyar A’lamin Nubala’: 9/149)

Dari Sufyan ats-Tsauri, dia berkata: “Sesungguhnya aku sangat gembira bila malam telah tiba.” Hal ini lantaran cintanya yang begitu besar terhadap sholat malam.” (Musnad Ibni al ja’d: 284).

Pada suatu malam Hubaib al ‘Ajmi terlelap dalam tidurnya lalu istrinya pun membangunkannya di waktu sahur (menjelang terbit fajar) seraya berkata: “Bangunlah wahai suamiku, sungguh telah berlalu waktu malam dan telah tiba waktu siang, sedangkan di hadapanmu terdapat jalan yang begitu jauh dan perbekalan yang masih sedikit. Rombongan-rombongan orang shalih telah berlalu sedang kita masih menetap (di dunia).” (Shifatush Sofwah: 4/35)

Dari Abdul ‘Aziz bin Abi Rowwad, ia berkata: ‘Adalah al Mughirah bin Hakim as Shon’ani apabila ia hendak melakukan sholat malam maka ia memakai pakaian terbagus yang ia miliki dan memakai wewangian. Ia termasuk orang-orang yang gemar melakukan sholat malam.” (al hilyah: 8/195)

Dari Ibrahim bin Syammasy, dia berkata: “Dahulu aku mengenal Ahmad bin Hanbal di masa kecilnya. Dia selalu menghidupkan malamnya (sholat malam. pent).” ( Siyar A’lamin Nubala’: 11/228)       

Demikain, mudah-mudahan, kita semua termasuk diantara hamba-hamba Allah yang diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Aamiin. Wallahu waliyyut taufiq.

 

Abul Harits as Sidawy.

JAGA DAN TUTUPLAH PERHIASAN EMAS & MUTIARAMU RAPAT- RAPAT...


 

Saudaraku...sudah barang tentu tatkala seseorang memiliki perhiasan yang sangat berharga & mahal, dia akan berusaha menjaganya bahkan di tutup dan dikunci rapat2...sehingga tidak ada seorangpun yang mampu mencurinya...

Tatkala perhiasan itu di nampakan dan di pertontonkan niscaya tidak akan aman dr orang yang memandangnya dengan penuh hasrat, memegang dan mengotorinya bahkan mencurinya...

WANITA DAN AUROTNYA ADALAH PERHIASAN... MAKA TUTUPLAH...

INILAH PERINTAH ROBBUL ALAMIIN...

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri (Wanita) orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Ahzab : 59)

TATKALA DI BUKA MEREKA TERANCAM NERAKA...

صنفانِ من أهلِ النارِ لم أرَهما . قومٌ معهم سياطٌ كأذنابِ البقرِ يضربون بها الناسَ . ونساءٌ كاسياتٌ عارياتٌ مميلاتٌ مائلاتٌ . رؤوسُهنَّ كأسنِمَةِ البختِ المائلةِ . لا يدخلْنَ الجنةَ ولا يجدْنَ ريحَها . وإن ريحَها ليوجد من مسيرةِ كذا وكذا

"Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama): Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR.Muslim)

MEMAKAI BAJU TAPI TELANJANG...

  1. Baju besar tapi tipis dan transparan.
  2. Bajun tebal tapi sempit.
  3. Baju yang menutup sebagian aurat dan membuka sebagiannya.

AURAT WANITA...

Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya selain wajah dan kedua telapak tangannya..

MEREKA ADALAH SUMBER FITNAH SYAHWAT TERBESAR...

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

 

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah syahwat yang besar ini... Dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para wanita untuk menutup aurat mereka... Sehingga mereka suci, bersih dan terjaga di dunia dan akhirat.

 

Abu Ismail, Ma'had Riyadhusshlihiin. Pandeglang.

Sunday, 22 October 2017 04:49

BELAJAR AKHLAK DARI DIRI SENDIRI

BELAJAR AKHLAK DARI DIRI SENDIRI...


 

Saudaraku... Akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur adalah mutiara indah yang menghiasi seorang hamba... Di mana saja dia berada maka akan indah dan dicintai manusia...

Kemuliaan Akhlak tertuang pada TIGA Perangai mulia...

1. Senantiasa murah kebaikan...

بذل الندى (Badzlunnada )

2. Senantiasa Menahan diri dari melakukan keburukan

كف الأذى (Kafful Adza )

3. Senantiasa berwajah ceria...

طلاقة الوجه (Thalaqotul Wajhi )

 

BISA BELAJAR AKHLAK DARI DIRIMU SENDIRI...

Sangat mudah... Ikutilah nasihat kekasih Allah ini...

لا يُؤمِنُ أحدُكم حتى يُحِبَّ لأخيه ما يُحِبُّ لنَفْسِه

" Tidak dianggap beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri "

(HR. Bukhori)

MAKA...

  1. Apa-apa yang diinginkan pada dirinya dari kebaikan... Lakukanlah hal itu kepada saudaranya..
  2. Dan apa-apa yang Dia benci pada dirinya dr keburukan... Maka Janganlah dilakukan pada saudaranya...
  3. Dan lakukan kepada saudaramu perbuatan-perbuatan yang engkaupun ingin di perlakukan dengan hal yang sama oleh saudaramu pada dirimu...

Semoga kita bisa berakhlak mulia sehingga di hari kiamat bisa dekat majelisnya dengan kekasih Allah (Muhammad Shallalahu 'Alaihi Wasallam) yang telah dipuji kemuliaan Akhlak nya...

Abu Ismail... Ma'had Riyadhusshalihiin, Pandeglang.

SIAPA YANG IKUT NUMPANG DI KENDARAANMU... MALAIKAT ATAU SYETAN...


Saudaraku... Setiap kita pasti pernah bekendaraan baik pribadi atau umum... Sementara perjalanan / safar didalamnya terdapat bagian adzab (dari keletihan dan bahaya-bahaya yang mengancam) sebagaimana yang di kabarkan oleh Rasulullah Shallalahu Alaihi wasallam.

Sudah Barang tentu tatkala kita safar kita ingin nyaman dan selamat... Maka selain dengan kita mempersiapkan kendaraan yang baik dan bekal yang cukup, kitapun berharap perjalanan kita di ridhai dan dijaga Allah dan di temani oleh Malaikat-Nya...

BAGAIMANA CARANYA... SIMAKLAH KABAR KEKASIH KITA..

"Dari Uqbah bin Amir Radhiyallhu 'anhu, dari Nabi Shallalahu Alaihi wasallam bersabda :

مامن راكب يخلو فى مسيرة بالله و ذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر و نحوه إلا كان ردفه شيطان

"Tidak ada seorangpun Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dengan dzikir, maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat. Sedangkan pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan Sya'ir (nyanyian) dan lainnya (termasuk musik), maka yang menjadi penumpangnya adalah setan."

 (HR. Thabrani dalam Majmu Al-Kabir, no. 895. disahihkan oleh Albani dalam Shahih Aljami, no. 5706).

MAKA...

  1. Jangan lupa doa naik kendaraan, do'a safar bila perjalanan jauh.
  2. Jadikan suara Al Quran sebagai teman perjalananmu....

 

Semoga manfaat dan semoga setiap perjalanan kita di lindungi Allah dan di temani malaikat...

Abu Ismail... Maً'had Riyadhusshalihiin. Pandeglang.

Sunday, 22 October 2017 04:46

Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis Ilmu

Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis Ilmu

Ada beberapa adab majelis ilmu yang mungkin sudah kita lupakan dan lalaikan, yaitu berusaha mencatat ilmu tersebut. Seringnya kita datang ke majelis ilmu dengan niat yang kurang ikhlas, datang ke majelis ilmu hanya sekedar mendengarkan sambil santai-santai, itupun tidak serius, ada yang sambil bermain HP, ada yang sambil bersandar di posisi paling belakang dan adab yang tidak selayaknya ada di majelis ilmu yang mulia serta di doakan oleh para malaikat. Bahkan ada yang niatnya kurang baik yaitu majelis ilmu dengan tujuan utama ngumpul-ngumpul, kopdar, ingin ketemu ustadznya atau tujuannya berdagang saja. Semoga niat ini bisa diperbaiki agar mendapatkan keberkahan ilmu dengan adab majelis yang benar.

Anjuran mencatat ilmu

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya1

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran2

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja3

Sampai-sampai Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”4

Mencatat ilmu agar tidak mudah lupa

Daya ingat manusia lemah dan terbatas, karenanya kita dianjurkan agar mencatat ilmu. Dengan mencatat ilmu ketika di majelis, maka kita berusaha merangkum apa yang didengar dan mencatatnya. Ini membuat lebih fokus ketika mengikuti majelis ilmu dan membuat ingatan lebih kokoh dan yang lebih penting sikap ini menunjukkan perhatian kita terhadap ilmu serta memulia ilmu agama yang berkah ini.

Tafsir surat Al-Alaq yaitu agar kita mencatat ilmu agar tidak mudah lupa, yaitu membaca dari tulisan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

قلنا: نعم له دواء ـ بفضل الله ـ وهي الكتابة، ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ * خَلَقَ الإِنسَـنَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الاَْكْرَمُ * الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ}. (العق: 1 ـ 4). فقال (اقرأ) ثم قال: {الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ } يعني اقرأ من حفظك، فإن لم يكن فمن قلمك، فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة، وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة، والان أصبحت الكتابة أدقُّ من الأول، لأنه وجد ـ بحمد الله ـ الان المسجِّل

kita katakan, iya. Lupa ada obatnya –dengan karunia dari Allah- yaitu menulisnya. Karenanya Allah memberi karunia kepada hamba-Nya dengan surat Al-Alaq. Yaitu “iqra’” kemudian “mengajarkan dengan perantara pena”. Maksudnya, bacalah dengan hapalannya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu.

Allah Tabaraka Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana mengobati penyakit ini yaitu penyakit lupa dan kita obati dengan menulis. Dan sekarang menulis lebih mudah dibanding dahulu karena mudah didapatkan dan segala puji bagi Allah, sekarang bisa direkam.”5

Ikat juga ilmu dengan amal

Di zaman sekarang di mana sarana tulis-menulis dan kemudahan copy-paste serta sarana sosial media internet, maka mencata dan menyalin cukup mudah, karenanya ada ungkapan,

قيد العلم بالعمل

ikatlah ilmu dengan mengamalkannya

Ilmu lebih layak diikat dengan amal karena ilmu yang telah diikat dikitab-kitab telah banyak dilupakan. Apalagi di zaman ini kita sangat butuh terhadap amal, contoh akhlak mulia bagi masyarakat.

***

@Laboratorium RS Manambai, Sumbawa Besar – Sabalong Samalewa

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

___

1 Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026

2 HR. Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

3 Diwan Syafi’I hal. 103

4 Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

5 Mutshalah Hadits syaikh Al-Utsaimin

Page 1 of 2
Masukkan email anda untuk berlangganan Informasi Ponpes Riyadhussholihin yang akan dikirimkan secara rutin setiap ada informasi terbaru.

LOKASI KAMI

PONPES RIYADHUSSHOLIHIIN
Jl. Kadukacang Km.0,5 Rocek Cimanuk Pandeglang Banten 42271
Telp.Fax: 0254-5550681 / 0254-5550691

WhatsHelp Chat Button

© Copyright Pondok Pesantren Riyadhussholihiin 2018. Design & Development by JOOMSHAPER

Search