Selamat Datang di Ponpes Riyadhussholihiin

Amalan yang Dianggap Riya Ternyata Tidak [Resume Kajian]

February 28, 2022 admin No Comments

Amalan yang Dianggap Riya Ternyata Tidak

 

Ustadz Fachrudin Nu’man, Lc., M.Pd.

حفظه الله تعالى

 

Live On ZOOM

 

23 Februari 2022

 

 

 

MUKADIMAH

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

 

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

Program Allah dialam semesta adalah untuk beribadah dan menghambakan diri kepada Allah.

 

“Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

 

Tidak ada agama yg haq kecuali agama islam, dan siapa yang mencari agama selain islam maka tidak akan diterima. Dan apapun amalan yg dilakukan diluar islam akan tertolak.

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ

 

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

 

(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)

 

Tauhid merupakan sebab berkah, yg menjadikan amalan-amalan kita diterima oleh Allah, dengan mengikhlaskan amal dan penghambaan kita kepada Allah. Dengan tauhid juga mampu menghapuskan dosa-dosa kita.

 

Orang yang beramal dilandaskan tauhid maka akan menimbulkan semangat utk beramal dan beribadah

 

Indahnya Tauhid

 

Kekuatan bergantung hanya kepada Allah, maka yg ada tauhid didalam dada seorang muslim maka akan menimbulkan keikhlasan dalam beramal, karena tauhid itu seperti pohon yang menancap kuat dan kokoh didalam hati seseorang, dan cabang-cabang dari pohon itu adalah amalan-amalan nya.

 

Jika pohon nya rindang maka buah nya adalah keindahan hidup didunia dengan ketenangan dan kedamaian, dan nikmat yang abadi di akherat.

 

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

 

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”

 

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

 

Syirik dan keyakinan menduakan Allah juga mampu menancap didada seseorang, buah nya adalah dirundung rasa takut dengan gundah gulana tanpa ketenangan dan selalu cemas serta memiliki hati yang sempit dan gelap tanpa hidayah.

Buah nya di akhirat adalah buah zakum dan adzab yang amat pedih.

 

Rasulullah bersabda:

 

“Maukah aku kabarkan suatu hal yang lebih aku takutkan menimpa kalian daripada Al Masiih Ad Dajjal?

Tentu Wahai Rasulullah, jawab para sahabat.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam melanjutkan, Hal tersebut adalah Syirik Khafiy (Syirik yang tersamar)”

 

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh Al Albani).

 

Jangan pernah merasa aman dari syirik, karena syirik ada ditengah kita lebih samar dan jika syirik melanda dalam suatu negeri maka akan hancurlah negeri itu.

 

 

ISI

 

Untuk memastikan bahwa perbuatan amalan yg kita lakukan bukan syirik, tentunya kita berharap untuk menghilangkan was-was terhadap penyakit hati dalam beramal.

 

Amalan yang disangka ada kerusakan dari sisi Ikhlas nyatanya tidak

 

1️⃣ Ada kegembiraan tersendiri setelah melakukan ketaatan dan amal sholeh, yang terkadang kita pun mengabarkan kepada orang. Maka hal tersebut boleh dilakukan dalam hal mengabarkan kegemberiaan kita namun tetap harus berhati-hati dari ujub.

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

وَ لَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُوْدًا وَّا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا ۚ وَ نَجَّيْنٰهُمْ مِّنْ عَذَا بٍ غَلِيْظٍ

 

“Dan ketika azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.”

 

(QS. Hud 11: Ayat 58)

 

2️⃣ Ada pujian orang diatas kebaikan, ketaatan dan kesholehan kita tanpa kita berharap dan tidak mencari pujian.

 

Ketika dipuji, Abu Bakr berdo’a,

 

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

 

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

 

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka]

 

( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

 

3️⃣ Ketika bersama orang sholeh ibadah lebih semangat dan khusyu, sehingga menimbulkan kecemburuan yang membuat motivasi dalam melakukan ibadah dan kebaikan.

 

4️⃣ Kita menikmati nikmat yg Allah berikan dan menampakkannya dari urusan dunianya sebagai bentuk rasa syukur mendapatkan yg nikmat dari Allah, selama tidak berlebihan dan tdk ada kesombongan didalam nya.

 

5️⃣ Menampakkan amal sholeh dan memperbagus amalnya dihadapan manusia dengan niat agar ditiru kebaikan nya, maka hal tersebut diperbolehkan.

 

Al Hasan bin ‘Ali berkata mengenai ayat di atas,

 

ما عملت من خير فَحَدث إخوانك

 

“Kebaikan apa saja yang kalian perbuat, maka siarkanlah pada saudara kalian.”

 

Disebutkan oleh Ibnu Katsir, dari Laits, dari seseorang, dari Al Hasan bin ‘Ali (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 387).

 

6️⃣ Beramal sholeh dapat dunia, guru mengajar mendapatkan gaji, ustadz berceramah mendapatkan oleh-oleh, amalan2 sholeh yang niatnya karena Allah dan diakhirnya mendapat imbalan maka diperbolehkan, dengan syarat bukan menjadi niat utama dalam melakukan amalan kebaikan.

 

Bila ada amalan sholih yang Allah janjikan dunia, maka lakukan dan niatkan amalan itu karena Allah maka dunia akan mengikuti

 

Cara Menjaga Keikhlasan

 

▪️Doa

▪️Merasa diawasi Allah (Murroqobatullah)

▪️Menghadirkan keutamaan rasa ikhlas

▪️Bermuamalah dengan Allah (sholat, sedekah dan semua aktifitas kebaikan niat karena Allah)

▪️Anggap remeh pandangan manusia

▪️Sering menyembunyikan amal

▪️Melihat setiap amalan yg dilakukan banyak kekurangan

▪️Sebelum beramal berhenti sebentar, bermuhasabah dengan diri sendiri utk siapa dan demi siapa beramal

▪️Sering bersahabat dengan orang sholih

▪️Banyak mengingat kematian

 

Beramal sholih karena dunia

 

Dunia tidak akan Allah kurangi, dunia akan datang kepada kita selama kita berusaha. Yang bermasalah adalah beramal hanya sekedar mencari dunia .

 

Adab setelah beramal

 

���Mengucap syukur Alhamdulillah

���Banyak beristigfar

���Banyak berdoa agar amalan diterima

( Robbana taqqobal mina innaka antas samiul a’lim )

���Keadaan setelah beramal lebih baik

 

 

✔️ Silahkan share sebanyak-banyaknya semoga pahala kebaikan anda dapatkan juga

 

❌ Dilarang merubah catatan yang sudah ada tanpa ijin notulen

 

��� Kesempurnaan hanya milik Allah kekurangan dan kealpaan dalam penulisan dan penyampaian sudahlah pasti milik saya pribadi

 

��� Mohon Maaf Lahir Bathin Semangat Menuntut Ilmu

 

���  Ita Ummu NaDim

Leave a Reply