Selamat Datang di Ponpes Riyadhussholihiin

01. Kewajiban Beragama Dengan Kitabullah Dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam

February 20, 2022 admin No Comments

بسم الله الرحمن الرحيم
 Resume Kajian Aqidah
Haiyyah Ibni Abi Dawud rahimahullahu
Majelis Pertama dari 12 Majlis
25 Maret 2020
Pemateri : Ustadz Fachrudin Nu’man, Lc. hafidzahullahu

 

 

Beliau adalah Al imam Al ‘allamah Al hafidz Abdullah bin bin Sulaiman (Imam Abu Dawud) bin Al Asy’ari Abu Bakar AsSijistaniy dilahirkan pada tahun 230 Hijriyah

Beliau safar disaat masih kecil bersama ayahnya (Abu Dawud rahimahulahu) ke berbagai belahan bumi barat dan timur, mulai dari Khurasan, Ashbahan, Baghdad, Kufah, Mekkah, Madinah, Syam, Mesir dan selainnya untuk menuntut ilmu,  kemudian beliau menetap di Baghdad, dan wafat di sana pada tahun 316 Hijriyah

Diantara murid-murid beliau adalah : Al Imam Ibnu Hibban, Imam Ad Daruquthni, Imam Al Hakmi, Imam Ibnu Bathah, dan lainnya.

Beliau seorang imam yang zuhud dan dikenal aqidah dan ibadahnya, diantara perkataan beliau tentang aqidah beliau adalah :

هذا قولي، و قول أبي، وقول أحمد بن حنبل، وقول من أدركنا من أهل العلم ومن لم ندرك فيما بلغنا ، فمن قال علي غير ذلك فقد كذب

Ini adalah pendapat  ku, pendapat bapaku, pendapat imam Ahmad Bin Hanbal, dan pendapat para ahli ilmu yang aku temui maupun yang belum aku temui langsung, barangsiapa yang berkata selain ini maka ia telah berdusta [Ibnu Abi Dawud]

 

Kitab yang singkat, ringkas, tapi di dalamnya terdapat inti akidah, khusunya tentang sifatsifat dan keagungan Allah Subhanahu wa taala di antara sebab penulisan bait syair ini adalah karena ahli bidah seperti Jahmiyah, Mu’tazilah, Qadariyyah Dan Sebagainya sudah mulai merebak kala itu. Kitab ini diberi judul “Haaiyyah” karena bait-bait syair yang beliau rangkai berakhiran huruf Ha.

 

Beliau mengatakan :

 

تمسك بحبل الله واتبع الهدى 

ولا تك بدعيا لعلك تفلح

 ودن بكتاب الله والسنن التي   

  أتت عن رسول الله تنجو وتربح 

 

 

Makna Bait Syair :

 

berpegang teguhlah dengan tali Allah, dan ikutilah petunjuk,
dan janganlah engkau menjadi ahli bidah agar engkau bahagia
 
Dan beragamalah dengan kitab Allah, dan Sunnah yang
datang dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam engkau akan selamat dan beruntung
 

 

A. Ajakan Kepada Ahlussunnah Agar Kembali Kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alihi wassalam

 

Ini adalah permulaan yang sangat baik, karena dalam bait pertama ini beliau mengajak Ahlu Sunnah untuk berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah yang mana keduanya adalah  mashdar talaqiy  (sumber agama), maka sebelum beliau membahas panjang tentang urusan Ushul/ Aqidah ataupun masalah furu’/cabang beliau mengajak pada satu perkara yang harus sama tidak boleh berbeda, yaitu mengembalikan agama kepada al-Qur’an dan sunnah, terlebih dalam hal urusan aqidah sebagaimana Imam al-Auzai’ rahimahullahu mengatakan :

ندور مع الكتاب والسنة حيث دارا

 

”Kita bergulir dengan al-Qur’an dan sunnah kemana al-Qur’an dan sunnah itu bergulir.” demikian juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ta’ala mengatakan :

 

ليس الاعتقاد لي ولا لمن هو أكبر منى، الاعتقاد لله ولرسول الله صلى الله عليه وسلم

 

“Aqidah itu bukan dari aku, bukan juga dari orang yang lebih besar dariku, tapi aqidah itu  dari Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam”

 

Prinsip yang ingin dikuatkan oleh beliau bahwa seseorang tidak boleh menegakan agamanya dan tidak akan diterima agamanya kecuali dengan mengikuti al-Quran dan Sunnah, maka pegang tegulah tali Allah dan  yang dimaksud tali Allah adalah al-Qur’an sebagaimana yang dikatakan Ibnu Qayyim rahimahullahu : “penulis memaksudkan tali Allah adalah al-Qur’an karena beliau menyebutkan setelahnya Sunnah” 

 

Allah berfirman :

 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran: 103)

 

Allah juga berfirman :

 

وَالَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِالْكِتٰبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ

 

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh. (Al-A’raf [7]: 170)

 

Kemudian Huda الهدى  yang dimaksud oleh beliau dalam bait syairnya adalah hadits/sunnah, sebagaimana Allah katakan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam adalah huda (pemberi petunjuk/hidayah bayan).

 

Allah berfirman :

…..وَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ

 

…Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,(As-Syuraa :52)

 

Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam  mengatakan :

 

…..فإن خير الهدى هدى محمد

….Dan sebaik baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad…

 

Dan beliau (Ibnu Abi Dawud) mengawali sya’irnya seperti nabi shallallahu ‘alaihi wassalam  mengawali khutbahnya.Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam  

Sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam .

 

Beliau mengajak (ahlus sunnah) untuk berpegang teguh dengan al-Qur’an, sehingga batallah kelompok yang mengatakan cukup dengan al-Qur’An sementara tidak mungkin kita beragama tanpa bermuara al-Qur’an dan Sunnah

Ibnu Qayyim rahumahullah mengatakan :

والجهلُ داء قاتلٌ وشفاؤه .

.. أمران في التركيب متفقانِ
نص من القرآن أو من سنة ..

. وطبيب ذاك العالم الرباني

 

Obat kejahilan ada dua perkara dalam kedudukannya sama

Nash dari al-Quran dan sunnah dan dokternya adalah ahli ilmu rabbaniy

 

Demikian juga di dalam alQur’an banyak ayat menerangkan wajibnya kita untuk berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam


وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلٰى فِيْ بُيُوْتِكُنَّ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ وَالْحِكْمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ لَطِيْفًا خَبِيْرًا

 

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui. (Al-Ahzab :34)

 

Allah juga berfirman :

 

….وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ….

 

….Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Al-Hasyr : 7)

 

 

B. Beragama Tanpa Al-Qur’an Dan Sunnah Pasti Bid’ah

 

Karena itu beliau rahimahullahu ta’ala katakan di bait syairnya “jangan kalian menjadi pelaku bid’ah” yakni yang meninggalkan al-Qur’an dan Sunnah dalam beragama baik secara usul, aqidah, tauhid, keimanan ataupun secara furu’, fiqih, tata cara ibadah demikian juga muamalah. maka munculnya ahli bid’ah tatkala al-Qur’an dan Sunnah ditinggalkan dan tidak memahaminya dengan pemahaman yang benar, mereka kembali kepada akal, hawa nafsu, mimpi, kisah-kisah yang dusta inilah kebiasaan ahli bid’ah.  Nabi  shallallahu ‘alaihi wassalam  mengingatkan dalam haditsnya setelah mengatakan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wassalam

 

وإيَّاكم ومحدَثاتِ الأمورِ فإنَّ كلَّ مُحدثَةٍ بدعةٌ, وكلَّ بدعةٍ ضلالةٌ, زاد في حديثٍ آخرَ : وكلَّ ضلالةٍ في النَّارِ .

 

awas kalian jangan mengadakan perkara yang baru dalam agama. Karena setiap perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bi’dah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

 

 

C. Kebahagiaan Dengan Mengikuti Petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam

 

Allah berfirman  di awal surat al-Baqarah tentang orang-orang yang beriman kepada kitabullah mendapatkan hidayah/mengikuti petunjuk nabi

 

اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

 

Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(Al-Baqarah:5)

 

ketika menurukan Adam alaihi shalatuhu wasssalamuhu ke bumi Allah juga berfirman

 

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدٰيَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى

 

Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.(Taaha :123)

 

عن ابن عباس، قال: تضمن الله لمن قرأ القرآن، واتبع ما فيه أن لا يضل في الدنيا ولا يشقى في الآخرة،

 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Allah menjamin bagi setiap yang membaca al-Qur’an dan mengikuti apa yang ada di dalamnya, ia dijamin tidak sesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat . (Tafsir At-Thabariy)

 

 

Dan sebaliknya Allah berfirman :

 

 وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”(Tahaa : 124)

 

Dan makna Dzikr itu dua;  Al-Qur’an dan Sunnah, Allah berfirman

….قَدْ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكُمْ ذِكْرًاۙ

رَّسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ ….

 

 …Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu, (dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya…(At-Thalaq 10-11)

 

Maka kebahagiaan dengan mengikut petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dan kesengsaraan, kesesatan dengan  meninggalkan Kitabullah dan Sunnah.

 

 

D. Kewajiban Menegakan Agama Di Atas Al-Qur’an Dan Sunnah Yang Shahih

 

Kemudian beliau menegaskan lagi dalam bait yang kedua, untuk menegakan agama di atas kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau mengisyaratkan dalam bait syairnya untuk mengikuti sunnah yang betul betul datang dari Rasulillah shallallahu ‘alaihi wassalam yang dengan mengikuti sunnah itu kita akan beruntung dan selamat, karena golongan yang selamat yang ditolong adalah Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang kembali kepada al-Qur’an dan sunnah,

 

 

Rangkuman Materi

 

1. Beliau (Ibnu Abi Dawud rahimahullahu ta’ala) Mengajak Ahlussunnah untuk kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah dalam beragama

2. Mengabarkan kepada kita bahwa sumber agama adalah al-Qur’an dan Sunnah

3. Ketika Sunnah di tinggalkan akan muncul Bid’ah

4. Kebahagiaan dengan mengikuti al-Qur’an dan sunnah

5. Di akhir zaman akan ada penyakit (berupa kebid’ahan) dan solusinya adalah kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply