Selamat Datang di Ponpes Riyadhussholihiin

DO’A APABILA ANGIN BERTIUP KENCANG

March 1, 2022 admin No Comments

 

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ ، وَأَعُوْذُ بَكِ مِنْ شرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

 

Allaahumma innii asaluka min khairi ma ursilat bihi, wa au’dzu bika min syarri ma ursilat bihi

 

Artinya :

Ya Allah, Sungguh aku memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepadamu dari keburukan apa yang ada padanya (angin ini)

 

Allah, subhanahu wa ta’ala, ia Pencipta segala sesuatu, dan Dia menjadikan sebagian dari hal-hal yang ia ciptakan sebagai penyebab, apa yang menimpa seseorang, kebaikan ataupun buruk. Dalam hadits ini ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : Nabi shallallahu ‘laihi wassalam ketika melihat angin bertiup kencang Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam berdoa : Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan apa yang ada di dalamnya, yakni : manfaat-manfaat, karena angin memiliki manfaat yang sangat banyak, dan beliau juga meminta “dan kebaikan yang ada pada tujuan angin ini dihembuskan” yakni tujuan angin yang dihembuskan pada saat ini, seakan akan-akan ini merupakan penegas dari do’a awal beliau, “dan aku berlindung keapda-Mu dari kejelekan angin ini dan kejelakan yang ada padanya”, yaitu terkadang angin menyebabkan kejelekan, “dan kejelekan apa yang ada pada tujuan angin ini dihembuskan” karena dahulu angin menjadi penyebab (dengan izin Allah) hancurnya sebagian kaum terdahulu, sebagaimana firman Allah :

: {فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ} [الأحقاف: 24]،

 

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, Al-Ahqaf : 24

 

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wassalam yakin dengan janji Allah untuk bahwa umatnya tidak akan dihancurkan selama beliau di tengah-tengah mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala :

 

{وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ…..} [الأنفال: 33]،

 

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka…. (Al-anfal :33)

 

Namun tidak aman dari makar Allah, karena Allah berfirman :

 

{لَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ} [الأعراف: 99]؛

 

 Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (Al-A’raf 99)

 

Hal itu karena banyaknya yang mendustakan dan sesat dan orang-orang yang tidak beriman   setelah beliau yang berhak menapatkan balasan (atas apa yang mereka kerjakan)

https://www.dorar.net/hadith/sharh/112326 dengan di ringkas

 

Leave a Reply