Bismillah. Alhamdulillah washalatu wassalamu ala rasulillah, ama ba’du. Islam adalah agama yang hak yang berdiri di atas burhan (bukti) yang nyata berupa kitabullah yang Allah subhanahu wa’tala turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaih iwassalam.dan kewajiban setiap pemeluknya adalah mengikuti apa apa yang diturunkan berupa keterangan yang jelas, Allah Berfirman :

اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). [al-A’raf :3]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy Berkata :

kemudian Allah berbicara kepada hamba-hamban-Nya dan mengarahkan pandangan mereka kepada kitab ini. Dia berfirman” ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu” yakni kitab yang memang diturunkan  untuk kamu dan kitab ini  “dari Rabbmu” yang ingin menyempurnakan bimbingan-Nya kepadamu. maka Dia menurunkan kepadamu kitab ini yang nikmat-Nya atasmu menjadi lengkap dan kamu dibimbing kepada amal dan akhlak terbaik dan termulia. ”dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selian-Nya” yakni kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, mengikuti hawa nafsu mereka dan karenanya kamu meninggalkan kebenaran. ”amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” sekiranya kamu mengambil pelajaran dan mengetahui maslahatnya niscaya kamu tidak akan mengutamakan yang membahayakan daripada yang bermanfaat, dan mengutamakan musuh daripada teman.

demikian pula Allah menjamin kebahagian bagi orang-orang yang mengikuti al-Qur’an, Allah berfirman :

 فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ…

… lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. [Toha :123]
 قال ابن عباس : لا يضل في الدنيا ، ولا يشقى في الآخرة .

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan : “tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat” [tafsir ibnu katsir]

maka diantara bimbingan Al-Qur’an adalah kita memahami dalil-dalil dengan pemahaman para sahabat, karena mereka adalah generasi yang telah Allah jamin, Allah memuji mereka dan meridhai mereka bahkan Allah telah jamin surga bagi mereka. Allah berfirman :

 

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ 

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. [at-Taubah :100]

Imam at-Thabari menafsirkan : {‏وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ‏}

بالاعتقادات والأقوال والأعمال، فهؤلاء، هم الذين سلموا من الذم، وحصل لهم نهاية المدح، وأفضل الكرامات من اللّه‏.‏

 

yakni mengikuti mereka dalam Aqidah, Perkatan, dan perbuatan maka mereka adalah orang-orang yang telah selamat dari celaan, dan menggapai akhir yang bahagia serta anugrah berupa karamah yang paling afdhal dari Allah.

Wal Hasil, jika kita ingin selamat di dunia dan akhirat dan mendapatkan akhir yang bahagia maka tirulah bagaimana mereka MEMAHAMI DALIL, ikuti bagaimana mereka beragama, agar kita meraih apa yang telah mereka -radhiyallahu ,anhum – raih. barakallahu fiikum [abahazim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?