Imam Ibnu Rajab r berkata, ‚Hakikat tawakal adalah hati benarbenar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (halhal yang baik) dan menolak mudharat (hal-hal yang buruk) dari urusanurusan dunia dan akhirat.‛ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin r berkata, ‚Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apa-apa yang tidak disenangi, disertai percaya penuh kepada Allah c dan menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at.‛    

TAWAKAL BUKAN PASRAH TANPA USAHA

Dari definisi sebelumnya, para ulama menjelaskan bahwa tawakal harus dibangun di atas dua hal pokok, yaitu bersandarnya hati kepada Allah dan mengupayakan sebab yang dihalalkan. Orang yang berupaya menempuh sebab saja  tanpa bersandar kepada Allah, maka berarti cacat imannya. Adapun, orang yang bersandar kepada Allah tanpa berusaha menempuh sebab yang dihalalkan, berarti cacat akalnya. Tawakal bukanlah pasrah tanpa berusaha, tetapi harus disertai ikhtiyar/usaha. Rasulullah g telah memberikan contoh tawakal yang disertai usaha, sehingga memperjelas bahwa tawakal tidaklah lepas dari ikhtiar dan penyandaran diri kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?