Selamat Datang di Ponpes Riyadhussholihiin

Makna Menanggung Anak Yatim Yang Sebenarnya

May 24, 2022 admin No Comments

 

MAKNA HADITS MENANGGUNG ANAK YATIM YANG SEBENARNYA

 

SYAIKH MASYHUR HASAN SALMAN HAFIDZAHULLAHU

Link Youtube : https://youtu.be/TmSNK_nkcP0

 

السؤال السابع: ما هي كفالة اليتيم، وهل ما يكون في مراكز الأيتام من جمع ثلاثين دينار من كل كفيل، كـكفالة مع اشتراك أكثر من كفيل في نفس اليتيم؟ 

الجواب : النبي ﷺ ثبت عنه قوله: «أَنَا وَكافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ ، وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ يَعْنِي السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى».صححه الشيخ الألباني في صحيح سنن الترمذي.واليتيم مَن فقد أباه ولَم يَبلُغ (ذَكَراً كان أو أنثى)

.أما هي الكفالة؟ 

أن تكفله كفالة تغنيه وتكفيه في بَدَنِه وعَقلِه ونَفسِه، وليست الكفالة هي إطعام أبدان أو بطون جائعة فقط، هذا نوع من الكفالة، والاشتراك نوع آخر من الكفالة.

اليتيم كما أنه يحتاج للطعام؛ فحاجته إلى التربية والإرشاد والتعليم لا تقِل عن حاجته للطعام، فما تُحبِّه لولدك؛ تصنعه مع مَن تكفَلُه.

أما رمي المال هكذا، وأن تتركه ضائعا، وأن يُسَمَّن -والعياذ بالله- ليكون من جند الشيطان؛ هذه ليست كفالة، وأنا لا أُزَهِّد في دفع الناس ثلاثين دينار، إذا كنت لا تستطيع أن تَكفَل يتيم إلا بهذا الدفع؛ فاصنَع، لكن اجهَد أن ترتقي، واجهَد أن يكون لك صدقة جارية فيما تُعَلِّمُه لِـهذا اليتيم من خير يأخذه منك، ليس فقط أن تطعم بَطنَه، وأن تسد جَوعَتَهُ، فسَدُّ الجَوعَة فيها أجر، لكن ليست هي الكفالة.

النبي ﷺ ما قال: مَن أطعَم يتيماً، وإنما قال: (من كفل)، أنا وكافل، وقال: كافِل، على وزن اسم فاعل، واسم الفاعل في العربية يفيد الإحاطة والاستمرار والبقاء.

أمَّا أنت لا تَعرِف اليتيم ولا تراه، وتدفع ثلاثين دينار على ورق؛ فلا أنصح الصدقات بهذه الطريقة، أنصح أن تُشرِف على صدقتك وأن ترى ثمرتها بنفسك، فإن أفلحت مع واحد؛ تأخذ الثاني ثم تأخذ ثالث، وهكذا.

والله تعالى أعلم.

Sumber : Telegram Syaikh Mashyur Hasan Salman

Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan  menanggung anak yatim, apakah sebagaimana yang terjadi di panti-panti anak yatim, mereka memungut tiga puluh dinar dari setiap orang, sebagai perwalian dengan keikutsertaan lebih dari satu wali pada anak yatim yang sama ?

Jawaban : Terdapat riwayat yang sah dari Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “aku dan yang menanggung anak yatim di surga seperti ini ; beliau menginsyaratkan kepada jari telunjuk dan dari tengah beliau”. di shahihkan oleh syaikh Al-bani di shahih sunan tirmidzi

Adapun yatim adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya dan ia belum baligh baik laki-laki ataupun wanita

apa yang dimaksud dengan yang menanggung anak yatim ?

Yakni engkau jamin/tanggung dengan sesuatu yang mencukupinya dari badan, akal dan jiwa, bukan yang dimaksud menanggung adalah membuat kenyang perut yang lapar saja, meskipun ini termasuk macam dari kalimat menanggung tadi, demikian juga partisipasi/patungan tadi juga macam dari menanggung yatim

Anak yatim sebagaimana ia butuh kepada makanan, ia juga membutuhkan pendidikan, arahan, dan pengajaran yang tidak kalah penting dari sekedar makan saja, apa saja yang engkau cintai untuk anak pribadimu maka lakukan hal tersebut untuk anak yatim yang anda tanggung

Adapun membuang harta anda berikan begitu saja, anda tinggalkan sia-sia, Maka itu hanya menggemukan – kita berlindung kepada Allah – untuk menjadi gizi setan, maka ini tidak termasuk menanggung anak yatim. Aku bukannya pelit untuk membayar orang sebanyak 30 dinar, hanya saja  jika engkau tidak dapat menanggung anak yatim kecuali dengan jalan ini maka lakukanlah, tapi coba tingkatkanlah, bersungguh-sungguh untuk anda memiliki sedekah jariyyah dari apa yang engkau ajarkan kepada anak yatim ini berupa kebaikan yang ia ambil dari anda, bukan sekedar memenuhi perut mereka saja, betul engkau kenyangkan mereka, dan dalam hal itu ada pahala, tapi bukan makna kafalah yang sebenarnya

Karena Nabi tidak mengatakan : “barangsiapa yang memberi makan” namun beliau katakan “yang menanggung” dan bentuk kalimat “menanggung” ini dengan redaksi bentuk subyek yang dalam bahasa arab bermakna menyeluruh, terus menerus, dan menetap.

Adapun engkau tidak mengenal anak yatimnya tidak pula pernah melihatnya, kemudian engkau berikan 30 dinar begitu saja; maka saya tidak sarankan anda bersedekah dengan cara ini, Saya menyarankan Anda untuk mengawasi amal sedekah Anda dan melihat sendiri buahnya, Jika anda  berhasil dengan satu; Ambil yang kedua, lalu ambil yang ketiga, dan seterusnya.

 

Leave a Reply