๐ŸŽ™ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

ู…ู†ู’ ู†ุนู…ุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ู‰ ุงู„ุนุจุฏู ุฃู† ูŠูˆููŽู‘ู‚ูŽ ู„ู„ู‚ู†ุงุนุฉู ุณูˆุงุกูŒ ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ููŠ ู…ุณูƒู†ูู‡ ุฃูˆ ููŠ ู…ู„ุจุณูู‡ ุฃูˆ ููŠ ู…ุฑูƒูˆุจูู‡ ุฃูˆ ููŠ ุฃูˆู„ุงุฏูู‡ ุŒ ูุฃู…ู‘ุง ุฅุฐุง ู†ูุฒูุนูŽุช ุงู„ู‚ู†ุงุนุฉู ู…ู† ู‚ู„ุจูู‡ ูุฅู†ู‡ ูู‚ูŠุฑูŒ

Diantara nikmat Allah kepada hamba yaitu Allah memberikan hambanya rasa cukup baik itu pada tempat tinggalnya, pakaiannya, kendaraannya ataupun pada anak-anaknya.

Adapun apabila diangkat sifat qona’ah dari hatinya maka sungguh dia akan menjadi orang fakir.โ€

๐Ÿ“š Sumber : Syarah Bulugul Maram 5/272

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ู„ุชุนู„ู… ูƒู„ ุงู…ุฑุฃุฉ ุฃู†ู‡ุง ู„ู† ุชุตู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตู„ุงุญ ุฅ๏ปป ุจุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆู…ุง ุฃุนู†ูŠู‡ ุจุงู„ุนู„ู… ู‡ูˆ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุดุฑุนูŠ.

“Hendaklah semua wanita mengetahui bahwa dia tidak akan bisa mencapai keshalihan (tidak mungkin menjadi wanita shalihah) kecuali dengan ilmu, dan yang saya maksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i.”

๐Ÿ“š Sumber : Dauratul Mar’ah, hal. 7.

๐ŸŽ™ Syaikh DR. Shalih al-Fauzan hafidzahullahu taโ€™ala berkata,

-Beliau lahir tahun 1363H, dan merupakan anggota kehormatan dari Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam (Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Iftadan Haiโ€™ah Kibaril โ€˜Ulama), di Arab Saudi sejak 15 Rajab 1412H sampai saat ini-

ู„ู†ุชุฐูƒุฑ ุจุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ุนุงู… ุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ุนู…ุฑ ูˆุจุณุฑุนุฉ ู…ุฑูˆุฑ ุงู„ุฃูŠุงู… ู‚ุฑุจ ุงู„ู…ูˆุช ูˆุจุชุบูŠุฑ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ ุฒูˆุงู„ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุญู„ูˆู„ ุงู„ุขุฎุฑุฉ.

โ€œHendaknya kita selalu mengingat, bahwa dengan berakhirnya tahun, maka umur pun akan segera berakhir. Dengan cepatnya hari-hari berlalu, maka kematian pun semakin mendekat. Dengan berubahnya keadaan demi keadaan, maka dunia pun akan lenyap dan akhirat pun akan segera tiba.โ€

๐Ÿ“š Sumber: al-Khuthab al-Mimbariyah (jilid: 1/hal. 81)

๐ŸŽ™ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah memberi nasehat,

ูุจุงุฏุฑ ู‡ุฐุงุŒ ู„ุฃู†ูƒ ู„ุง ุชุฏุฑูŠ ุฑุจู…ุง ุชู…ูˆุช ูˆุฃู†ุช ุชุฎุงุทุจ ุฃู‡ู„ูƒุŒ ุฃูˆ ุชู…ูˆุช ูˆุฃู†ุช ุนู„ู‰ ูุฑุงุดูƒุŒ ุฃูˆ ุชู…ูˆุช ูˆุฃู†ุช ุนู„ู‰ ุบุฏุงุฆูƒุŒ ุฃูˆ ุชู…ูˆุช ูˆุฃู†ุช ููŠ ุณูŠุงุฑุชูƒุŒ ุฃูˆ ููŠ ุณูุฑูƒุŒ ุฅุฐุงู‹ ูุจุงุฏุฑ!

โ€œBersegeralah kalian untuk hal ini (beramal shalih) !
Sebab engkau tak tahu kapan kematian akan menghampirimu.

Bisa saja, di saat engkau sedang bercengkerama bersama keluargamu, atau saat engkau sedang berada di kasurmu, atau engkau sedang makan siang. Atau kematian bisa saja menjemputmu saat engkau sedang mengendarai mobilmu, atau saat engkau sedang bepergian.

Sekali lagi, bergegaslah untuk beramal.!โ€

๐Ÿ“š Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin (2/290)

Berkata imam As-Syafi’i rahimahullah Ta’ala:

ุชูŽุตูŽุจู‘ูŽุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุฑู ุงู„ุฌูŽููŽุง ู…ูู† ู…ูุนูŽู„ูู…ู
ููŽุฅู†ูŽ ุฑูุณููˆุจูŽ ุงู„ุนูู„ู…ู ููŠ ู†ูŽููŽุฑูŽุงุชูู‡ู

ูˆ ู…ูŽู† ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฐูู‚ู’ ู…ูุฑู‘ูŽ ุงู„ุชูŽุนูŽู„ู‘ู…ู ุณูŽุงุนูŽุฉู‹
ุชูŽุฌูŽุฑู‘ูŽุน ุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุทููˆู„ูŽ ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู

โ€œBersabarlah atas kejelekan yang engkau dapat dari gurumu, Karena larimu dari ilmu merupakan kerugian.

Barang siapa yang tidak mau merasakan pahitnya menuntut ilmu walau hanya sesaat, maka bersiaplah menanggung kebodohan sepanjang hayat.โ€

๐Ÿ“š Sumber : Diwani Imam As-Syafi’i rahimahumullah.

Al Imam Ibnu Rajab -Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab, wafat 795H- rahimahullahu taโ€™ala berkata:

ูˆู„ุง ุชุญุณุจู† ุงู„ูู‚ุฑ ู…ู† ูู‚ุฏ ุงู„ุบู†ู‰ุŒ ูˆู„ูƒู† ูู‚ุฏ ุงู„ุฏูŠู† ู…ู† ุฃุนุธู… ุงู„ูู‚ุฑ.

โ€œJanganlah sekali-kali kamu menganggap, bahwa fakir itu dengan hilangnya kekayaan, namun hilangnya agama adalah bentuk kefakiran yang paling besar.โ€

๐Ÿ“š Sumber: Majmuโ€™ur Rasa-il Ibnu Rajab (jilid: 1/hal. 65)

Al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullahu Taโ€™ala berkata,

ู„ูŠุณ ุดูŠุกูŒ ุฃุจู„ุบู ููŠ ูุณุงุฏ ุฑุฌู„ู ูˆุตู„ุงุญูู‡ ู…ู† ุตุงุญุจู.

โ€œTidak ada sesuatu yang lebih besar untuk merusak atau menjadikan seseorang lebih baik daripada pengaruh seorang teman.โ€

๐Ÿ“š Sumber: al-Ibanah al-Kubra (jilid: 1/hal. 223)

Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan,

ูˆูŽู„ู’ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฌูŽู„ููŠุณูŽูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽู‡ู‘ูุฏููƒูŽ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ูˆูŽูŠูุฑูŽุบู‘ูุจููƒูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู.
ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ูˆูŽู…ูุฌูŽุงู„ูŽุณูŽุฉูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฎููˆุถููˆู†ูŽ ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠููู’ุณูุฏููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฏููŠู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ุจูŽูƒูŽ.

“Hendaknya teman dudukmu adalah orang yang bisa membuatmu zuhud terhadap dunia dan memberikan semangat dalam urusan akhirat.

Berhati-hatilah engkau dari berkumpul dengan pecinta dunia yang tenggelam dalam perbincangan duniawi. Sesungguhnya mereka dapat merusak agama dan hatimu.”

๐Ÿ“š Hilyatul Auliya wa Thobaqotul Ashfiya’ 7/82

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุฏูŽุงูˆูŽูˆู’ุง! ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูŽุนู’ ุฏูŽุงุกู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุถูŽุนูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูููŽุงุกู‹ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฏูŽูˆูŽุงุกู‹ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฏูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุญูุฏู‹ุง. ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ู.โ€œ

โ€œWahai hamba-hamba Allah, berobatlah, karena Allah โ€˜Azza wa Jalla tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan telah meletakkan juga penawarnya atau obatnya, kecuali satu penyakit! โ€ Para sahabat bertanya: โ€œPenyakit apa itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab: โ€œPikun.โ€

๐Ÿ“š Sumber: HR. Al-Imam al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 291) dan dinyatakan shahih oleh syaikh Muqbil dalam as-Shahihul Musnad (no. 20)

Ibnul Qayyim rahimahullahu Taโ€™ala berkata,

ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซู ุงู„ุตู‘ุญููŠุญูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูุงู„ุชู‘ุฏูŽุงูˆููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูู†ูŽุงูููŠ ุงู„ุชู‘ูˆูŽูƒู‘ู„ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูู†ูŽุงูููŠู‡ู ุฏูŽูู’ุนู ุฏูŽุงุกู ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ุนู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุทูŽุดู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑู’ุฏู ุจูุฃูŽุถู’ุฏูŽุงุฏูู‡ูŽุง ุจูŽู„ู’ ู„ูŽุง ุชูŽุชูู…ู‘ ุญูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูˆู’ุญููŠุฏู ุฅู„ู‘ุง ุจูู…ูุจูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ู‘ุชููŠ ู†ูŽุตูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ู‡ู ู…ูู‚ู’ุชูŽุถูŽูŠูŽุงุชู ู„ูู…ูุณูŽุจู‘ุจูŽุงุชูู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏูŽุฑู‹ุง ูˆูŽุดูŽุฑู’ุนู‹ุง

โ€œDalam hadits-hadits shahih di atas terdapat perintah untuk berobat. Berobat tidak bertentangan dengan tawakkal, sebagaimana menghilangkan rasa haus, lapar, panas, atau dingin dengan lawannya juga tidak bertentangan dengan tawakkal. Bahkan, hakikat tauhid tidaklah sempurna kecuali dengan melakukan sebab-sebab yang telah Allah Taโ€™ala tetapkan bisa mewujudkan musabbab menurut syariat dan realita.

๐Ÿ“š Sumber: Zaadul Maโ€™aad (jilid: 4/hal. 14)

Dalam hal ini, โ€œsebabโ€ adalah โ€œberobatโ€, sedangkan โ€œmusabbabโ€ adalah โ€œkesembuhanโ€.

Ibnul Qayyim rahimahullahu Taโ€™ala berkata,

ู„ุง ุจุฏู‘ ู„ูƒู„ูู‘ ู†ุนู…ุฉ ู…ูู† ุญุงุณุฏ ุŒ ูˆู„ูƒู„ูู‘ ุญู‚ูู‘ ู…ูู† ุฌุงุญุฏู ูˆู…ุนุงู†ุฏ.

โ€œSetiap kenikmatan (yang dikarunikan Allah kepada hamba), mesti ada yang dengki terhadapnya. Dan dari setiap kebenaran yang disampaikan, mesti ada yang menentang dan mengingkarinya.โ€

๐Ÿ“š Sumber : Miftah Daris Saโ€™adah (jilid: 1/hal. 216)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?