Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Dalam dunia pendidikan tidak luput dari yang namanya teknologi, karena apabila tidak mengikutinya maka kita akan tertinggal jauh dan tidak akan bisa berkembang termasuk di dalam pendidikan Islam.

Akan tetapi pada saat ini pendidikan mempunyai tantangan yang semakin kompleks yang harus dihadapi, pendidikan dihadapkan dengan kemajuan teknologi dengan bergulirnya revolusi Industri 4.0. belum selesai hiruk pikuk tantangan pendidikan akibat bergulirnya revolusi industri 4.0, kita dikejutkan dengan munculnya society 5.0.

Revolusi Industry 4.0 dan Society 5.0 menurut Andreja merupakan gerakan nyata terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih. kemajuan tersebut menjadi tantangan tersediri bagi dunia pendidikan dan seluruh komponen masyarakat. Oleh karena itu untuk menghadapi munculnya society 5.0 dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten dalam upaya menghadapi tantangan yang akan ditimbulkan society 5.0.

Konsep Society 5.0 diadopsi pemerintah Jepang sebagai antisipasi terhadap tren global sebagai akibat dari munculnya revolusi industri 4.0. society 5.0 adalah hal alami yang pasti terjadi akibat munculnya revolusi industri 4.0. revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi dalam dunia industri dan juga masyarakat secara umum. society 5.0 merupakan
jawaban atas tantangan yang muncul akibat era revolusi industri 4.0 yang dibarengi disrupsi yang ditandai dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.

Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

A. Malik Fadjar menyatakan bahwa terdapat tiga tantangan berat yang sedang dihadapi saat ini: Pertama, bagaimana mempertahankan dari serangan krisis dan apa yang kita capai jangan sampai hilang. Kedua, kita berada dalam suasana global di bidang pendidikan. Menurutnya kompetisi adalah suatu yang niscaya, baik kompetisi dalam skala regional, nasional, dan internasional. Ketiga melakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional yang mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan atau keadaan daerah dan peserta didik serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.

Selain itu tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Islam dalam menghadapi era society 5.0 adalah tidak tersedianya sumberdaya yang memadai dalam dunia pendidikan seperti guru, dosen maupaun tenaga pendidikan lainnya.

Dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam yang begitu kompleks dalam menghadapi era 5.0 yang semakin di dengungkan di jepang yang tentunya akan berdampak dan berpengaruh ke indonesia. Oleh karena itu pendidikan Islam harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi tersebut. Selain itu pendidikan Islam juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap komponen masyarakat dan pendidikan Islam.

  • Tiga kemampuan utama tersebut diantaranya:
  • Kemampuan dalam memecahkan masalah
  • Kemampuan untuk bisa berfikir secara kritis
  • Kemampuan untuk berkreativitas

Tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu tersebut diharapkan mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat dan dalam dunia pendidikan terutama pendidikan Islam. Pendidikan Islam harus mampu menghadapi tantangan yang ditimbulkan akibat munculnya era society 5.0 yang mau tidak mau akan dihadapi.

Oleh karena itu, setiap komponen individu, harus mampu dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi harus mampu mempertahankan dan menghadapi berbagai serangan krisisdan apa yang sudah di capai oleh pendidikan Islam jangan sampai hilang. pendidikan Islam harus senantiasa meningkatkan kompetensi dalam segala bidang terutama pendidikan. dan pendidikan Islam harus senantiasa mampu untuk melakukan inovasi kearah yang lebih baik dan jangan sampai tertinggal dan tergerus oleh zaman yang semakin berkembang dan kemajuan teknologi saat ini.

Kesimpulan yang dapat kita ambil yaitu bahwa tantangan pendidikan Islam, telah memberikan sebuah inspirasi bahwa menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan adalah tugas pendidikan Islam.

Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai peluang yang dapat dijadikan sebagai jalan untuk membina generasi untuk lebih dapat bersaing dan berkiprah di desa global yang tanpa batas. Tantangan pendidikan Islam yang begitu kompleks dalam menghadapi society 5.0 yang semakin di dengungkan di jepang yang tentunya akan berdampak dan berpengaruh ke indonesia. Oleh karena itu pendidikan Islam harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi tersebut. Selain itu pendidikan Islam juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap komponen masyarakat dan pendidikan Islam. (Widya Amboro_Mahasiswa Universitas Siber Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?