Dzikir-dzikir Bangun dari Tidur
Dzikir-dzikir Bangun dari Tidur
Diterbitkan Pada :
Kam, 5 November 2026
Diterbitkan Oleh :
abuluqman

«الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أمَاتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ»

"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepadaNya kami dikembalikan."

Sahabat yang meriwayatkan: Hudzaifah bin AlYaman dan AlBara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma.

Penjelasan Makna:

Segala puji bagi Allah (الحمد لله): Pujian atas halhal yang indah dengan niat mengagungkan dan mencintaiNya. Ada juga yang mengartikannya sebagai sanjungan.

Setelah mematikan kami (بعدما أماتنا): Kematian yang dimaksud di sini adalah tidur (kematian kecil).

Dan kepadaNya dikembalikan (وإليه النشور): Yaitu dihidupkan kembali untuk hari kebangkitan kelak.

Hikmah: Dikembalikannya kesadaran seseorang setelah tidur (yang menyerupai kematian) menjadi pengingat dan bukti akan adanya hari kebangkitan setelah kematian yang sesungguhnya

«لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، والْحَمْدُ للَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلا قُوَّة إِلاَّ بِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيمِ، رَبِّ اغْفِر لِي»

"Tidak ada ilah (tuhan) yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan dan milikNya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku."

Sahabat yang meriwayatkan: 'Ubadah bin AshShamit radhiyallahu 'anhu. Disebutkan dalam riwayat tersebut: "Barangsiapa yang mengucapkan hal itu maka ia diampuni, jika ia berdoa akan dikabulkan, dan jika ia bangun lalu berwudhu dan shalat, maka shalatnya diterima."

Penjelasan Makna:

Tidak ada ilah selain Allah (لا إله إلا الله): Ini adalah kalimat tauhid yang disepakati, mengandung peniadaan dan penetapan. "Laa ilaha" (Tidak ada tuhan) menafikan segala bentuk ketuhanan dari selain Allah, dan "Illallah" (selain Allah) menetapkan hak ketuhanan mutlak hanya bagi Allah.

Tiada sekutu bagiNya (لا شريك له): Sebagai penegas dari kata "semata" (وحده), karena Dzat yang Maha Esa tidak mungkin memiliki sekutu.

MilikNya segala kerajaan (له الملك): Menggunakan kata AlMulk yang bermakna kerajaan/kekuasaan secara luas.

MilikNya segala pujian (وله الحمد): Yakni seluruh pujian dan sanjungan dari penduduk langit dan bumi.

Maha Suci Allah (سبحان الله): Subhan adalah kata yang menunjukkan penyucian. Maknanya adalah menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas bagiNya, seperti memiliki sekutu, anak, istri, maupun segala bentuk kekurangan.

Allah Maha Besar (الله أكبر): Allah lebih besar dan lebih agung dari segala sesuatu.

Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah (ولا حول ولا قوة إلا بالله): Tidak ada jalan untuk mengatur urusan atau mengubah keadaan kecuali dengan kehendak dan pertolongan Allah.

Ya Tuhanku, ampunilah aku (رب اغفر لي): Ya Tuhanku, tutupilah dosadosaku.

«الحَمْدُ للَّهِ الَّذِي عَافَانِي في جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بذِكْرِهِ»

"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keselamatan/kesehatan pada tubuhku, mengembalikan ruhku kepadaku, dan mengizinkanku untuk mengingatNya."

Sahabat yang meriwayatkan: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Makna:

Telah memberikan keselamatan pada tubuhku (عافاني في جسدي): Berasal dari kata mu'afah, yaitu perlindungan Allah kepada hambaNya dari keburukan dan musibah, seperti menjaganya dari hewan berbisa, serangga mematikan, atau bahaya di malam hari. Hamba memujiNya karena ia dibangunkan dalam keadaan sehat.

Mengembalikan ruhku (ردَّ عليَّ روحي): Allah disifati dengan tindakan ini karena sangat sesuai dengan kondisi bangun tidur (di mana ruh dikembalikan).

Mengizinkanku untuk mengingatNya (أَذِنَ لي بِذكره): Allah memberikan kemudahan dan kelancaran bagiku untuk berdzikir kepadaNya.

﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِالَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِرَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍرَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِرَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَفَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِلَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِمَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُلَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِوَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tandatanda (kebesaran Allah) bagi orangorang yang berakal. (Yaitu) orangorang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini siasia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada penolong bagi orangorang yang zalim. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosadosa kami, hapuskanlah kesalahankesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orangorang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasulrasulMu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.'

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (seraya berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyianyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik lakilaki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orangorang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapuskan kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.'

Janganlah sekalikali kamu terperdaya oleh kebebasan orangorang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam; dan itulah seburukburuk tempat tinggal. Tetapi orangorang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surgasurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai; mereka kekal di dalamnya, sebagai tempat tinggal (karunia) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orangorang yang berbakti.

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka khusyuk kepada Allah dan tidak menukarkan ayatayat Allah dengan harga yang murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitunganNya. Wahai orangorang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Ayatayat di atas disebutkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma. Secara lengkap ia menceritakan bahwa suatu malam ia menginap di rumah bibinya, Maimunah (istri Nabi ﷺ). Ibnu Abbas berkata: "Aku berbaring di bagian melintang bantal, sedangkan Rasulullah ﷺ dan istrinya berbaring di bagian membujurnya. Rasulullah ﷺ tertidur. Ketika pertengahan malam—atau sedikit sebelumnya, atau sedikit sesudahnya—beliau terbangun. Beliau lalu mengusap sisa kantuk dari wajahnya dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali 'Imran tersebut. Setelah itu, beliau menuju syann (qirbah/wadah air dari kulit) yang digantung, lalu beliau berwudhu darinya dengan wudhu yang sempurna, kemudian berdiri untuk shalat. Aku pun bangun dan melakukan hal yang sama seperti beliau, lalu aku pergi dan berdiri di samping beliau. Rasulullah ﷺ meletakkan tangan kanannya di atas kepalaku, lalu memegang telinga kananku dan memuntirnya (sebagai isyarat kasih sayang atau agar tidak mengantuk). Beliau shalat dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat, lalu dua rakaat (total 12 rakaat), kemudian beliau shalat witir. Setelah itu, beliau berbaring sampai muadzin datang. Beliau pun bangun lalu shalat dua rakaat ringan (sunnah fajar), kemudian keluar untuk menunaikan shalat Subuh."

Penjelasan Kosakata:

Syann (شَنّ): Artinya adalah AlQirbah alkhalq asshaghirah, yaitu wadah air kecil yang terbuat dari kulit yang sudah usang/lama.

Blog

Berita Lainnya

Menjaga Konsistensi Amal- Hikmah dari Kitab Riyadhus Shalihin
Kam, 5 November 2026 | 9:57 am
Pertengahan (Proporsional) dalam Memberikan Nasihat: Hikmah dari Kisah Mu'awiyah bin Al-Hakam
Rab, 4 November 2026 | 12:04 pm
Bersikap Pertengahan dalam Memberikan Nasihat dan Wasiat Agung Rasulullah di Akhir...
Rab, 4 November 2026 | 11:49 am
Meneladani Sikap Tenang dan Berwibawa (Al-Waqar wa As-Sakinah) dalam Islam
Rab, 4 November 2026 | 11:15 am