Menjaga Konsistensi Amal- Hikmah dari Kitab Riyadhus Shalihin
Menjaga Konsistensi Amal- Hikmah dari Kitab Riyadhus Shalihin
Diterbitkan Pada :
Kam, 5 November 2026
Diterbitkan Oleh :
abuluqman

(Disarikan dari Kajian Kitab Riyadhus Shalihin – Bab Perintah Menjaga Kebiasaan Baik)

Di era modern yang serba cepat ini, memulai sebuah kebiasaan baik—seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, merutinkan shalat Dhuha, atau bangun shalat malam—seringkali terasa mudah berkat dorongan motivasi sesaat. Namun, tantangan terbesar bagi seorang Muslim bukanlah pada memulai, melainkan pada mempertahankan kebiasaan baik tersebut.

Pentingnya konsistensi dalam beramal ini secara khusus dibahas dalam kitab monumental Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, tepatnya pada "Bab Perintah Menjaga Kebiasaan Baik" (Bab 87). Tema inilah yang menjadi fokus utama dalam kajian tersebut.

Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dan hikmah mendalam dari kajian bab tersebut:

1. Peringatan agar Tidak Meninggalkan Kebiasaan Baik

Dalam bab ini, Imam An-Nawawi membawakan dalil-dalil yang berisi peringatan keras bagi siapa saja yang sudah merutinkan sebuah amal ibadah atau kebaikan, lalu meninggalkannya begitu saja tanpa uzur (alasan yang syar'i). Meninggalkan amal kebaikan yang sudah menjadi rutinitas bisa menjadi indikator melemahnya iman dan rasa malas (futur) yang membahayakan spiritualitas seseorang.

2. Nasihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Abdullah bin Amr

Salah satu hadits utama yang menjadi landasan dalam bab ini adalah teguran penuh kasih sayang dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhuma. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

يَا عَبْدَ اللَّهِ، لاَ تَكُنْ بِمِثْلِ فُلاَنٍ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ، فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

"Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia rajin melakukan shalat malam (qiyamul lail), namun kemudian dia meninggalkannya." (Muttafaq 'alaih)

Teguran ini sangat lembut namun tegas. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyebutkan identitas "si fulan" untuk menjaga kehormatannya, tetapi memberikan pelajaran penting bagi seluruh umatnya: jangan sampai semangat ibadah kita hanya musiman. Jika sudah mampu merutinkan sebuah kebaikan, genggamlah erat-erat.

3. Kunci Istiqamah: Sedikit namun Rutin

Mengapa seseorang bisa gugur di tengah jalan dalam mempertahankan kebiasaan baiknya? Seringkali hal itu terjadi karena seseorang memaksakan diri (takalluf) melakukan ibadah di luar batas kemampuannya secara drastis.

Agama Islam sangat menyukai amalan yang konsisten meskipun jumlahnya terkesan sedikit di mata manusia. Dalam hadits riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus (istiqamah) walaupun itu sedikit." (HR. Muslim)

Lebih baik membaca Al-Qur'an dua lembar setiap hari tanpa putus sepanjang tahun, daripada menamatkan 30 juz dalam seminggu tetapi setelah itu tidak pernah menyentuh mushaf lagi selama berbulan-bulan.

4. Cara Menjaga Kebiasaan Baik (Istiqamah)

Berdasarkan penjelasan para ulama saat mengkaji bab ini, ada beberapa langkah agar kita senantiasa istiqamah dalam menjaga kebiasaan baik:

Luruskan Niat: Pastikan rutinitas kebaikan yang dibangun semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan karena ikut-ikutan tren atau mencari pujian.

Mulai dari yang Ringan: Jangan membebani diri dengan target yang terlalu berat di awal. Mulailah dari amalan kecil namun aplikatif.

Jaga Lingkungan dan Pergaulan: Berkumpullah dengan orang-orang shalih. Teman yang baik akan saling mengingatkan ketika motivasi kita sedang turun.

Perbanyak Doa: Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Mintalah pertolongan kepada Allah agar diteguhkan. Doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

"Ya Muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘alaa diinik"

(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Kesimpulan

Kajian mengenai Bab Perintah Menjaga Kebiasaan Baik dari kitab Riyadhus Shalihin ini merupakan pengingat bagi kita semua. Membangun kebiasaan baik adalah sebuah perjalanan, namun menjaga dan mempertahankan kebiasaan tersebut adalah bentuk pembuktian keimanan sejati. Mari kita periksa kembali amal-amal ibadah harian kita; jangan biarkan amalan yang pernah kita rintis hilang terbawa arus kesibukan dunia.

Blog

Berita Lainnya

Dzikir-dzikir Bangun dari Tidur
Kam, 5 November 2026 | 10:09 am
Pertengahan (Proporsional) dalam Memberikan Nasihat: Hikmah dari Kisah Mu'awiyah bin Al-Hakam
Rab, 4 November 2026 | 12:04 pm
Bersikap Pertengahan dalam Memberikan Nasihat dan Wasiat Agung Rasulullah di Akhir...
Rab, 4 November 2026 | 11:49 am
Meneladani Sikap Tenang dan Berwibawa (Al-Waqar wa As-Sakinah) dalam Islam
Rab, 4 November 2026 | 11:15 am