Jiwa dalam Menuntut Ilmu
Jiwa dalam Menuntut Ilmu
Ming, 27 April 2025 7:53

Dalam perjalanan menuntut ilmu, adab adalah kunci utama.
Ilmu tanpa adab hanyalah beban yang menyesatkan, sedangkan ilmu yang dihiasi adab menjadi cahaya yang menerangi diri dan umat.

Betapa banyak orang yang menguasai pengetahuan, namun ilmunya tidak membuahkan manfaat karena kurangnya adab.
Sebaliknya, dengan akhlak yang mulia, seseorang diangkat derajatnya walaupun ilmunya belum banyak.

Ibnu Sirin –rahimahullah– berkata:

“Mereka dahulu belajar petunjuk sebagaimana mereka belajar ilmu.”

Ini menunjukkan bahwa memperbaiki diri, belajar sopan santun, dan menjaga adab adalah bagian tak terpisahkan dari pencarian ilmu itu sendiri.

Al-Hasan al-Bashri –rahimahullah– pun menasihati:

“Seseorang dahulu menempuh dua tahun, lalu dua tahun lagi, hanya untuk memperbaiki adab dirinya.”

Mereka memandang bahwa adab bukan pelengkap, tetapi fondasi yang wajib dipenuhi sebelum melangkah lebih jauh dalam ilmu.

Seorang penuntut ilmu harus menghormati gurunya, memuliakan teman sejalan, menjaga adab dalam majelis, dan melatih hatinya untuk tetap rendah hati di hadapan ilmu. Karena kesombongan sedikit saja dapat menjadi penghalang turunnya keberkahan.

Mukhallad bin al-Husain –rahimahullah– berkata kepada Ibnul Mubarak:

“Kita lebih membutuhkan banyak adab daripada banyak hadis.”

Ini mengajarkan kepada kita bahwa ilmu yang banyak tanpa adab justru bisa membawa seseorang kepada kehancuran, sementara sedikit ilmu yang dihiasi dengan adab dapat menyelamatkan dan mengangkat derajat seseorang.

Habeeb bin Syahid bahkan berpesan kepada putranya:

“Wahai anakku, bersahabatlah dengan para ahli fikih dan ulama, pelajarilah adab mereka. Hal itu lebih aku sukai daripada banyak mendengar hadis.”

Seorang alim besar, Imam Syafi’i –rahimahullah–, juga menunjukkan betapa berharganya adab. Ketika ditanya tentang semangatnya dalam mencari adab, beliau berkata:

“Aku mendengar satu huruf darinya yang belum pernah kudengar sebelumnya, maka seluruh anggota tubuhku ingin memiliki telinga untuk menikmatinya.”

Ilmu memang penting, tetapi adab adalah ruh yang menghidupkannya.
Tanpa adab, ilmu menjadi bumerang.
Dengan adab, ilmu menjadi jalan menuju ridha Allah.

Maka, wahai para penuntut ilmu,

  • Jangan hanya sibuk mengumpulkan bacaan, tapi sibukkanlah dirimu juga dengan memperhalus akhlak.

  • Jangan hanya mengejar pengakuan, tapi kejarlah keberkahan dari ilmu.

  • Jangan hanya menghafal dalil, tapi hidupkanlah dalil itu dalam perilaku.

Semoga Allah membimbing kita untuk menjadi hamba-Nya yang berilmu dan beradab, hingga ilmu yang kita peroleh menjadi cahaya yang membimbing kita menuju surga-Nya.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artikel dan Kajian
Berita
PSB
Home
Kontak
Cari
Website Website Website Website Website Website Website Home Home Home Home Home Home Home Beranda Beranda Beranda Beranda Beranda Beranda Beranda Powered By Powered By Powered By Powered By Powered By Powered By Powered By SV388 SV388 SV388 SV388 SV388 SV388 SV388 SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE SABUNG AYAM ONLINE