Pondok Pesantren Riyadhussholihiin kembali mendapat kehormatan dengan kedatangan para masyaikh dari Ummul Quro, Makkah Al-Mukarramah. Rombongan ulama tersebut terdiri dari Syaikh Musa Al-Luqmani, pakar qirā’āt ‘asyarah, Syaikh Dr. Muhammad ‘Id Al-Wudzainani, Syaikh Fakhri Al-Qurasy, serta disusul oleh Syaikh ‘Isa, hafidzahumullahu ta‘ala.
Kedatangan para ulama ini disambut hangat oleh pimpinan pesantren, dewan asatidzah, dan seluruh santri. Kunjungan ini menjadi kesempatan emas bagi para penuntut ilmu untuk mendapatkan arahan, motivasi, dan tambahan wawasan syar‘i langsung dari para masyaikh.
Nasehat Umum untuk Santri
Dalam sesi khusus, para masyaikh memberikan nasihat tentang keikhlasan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, serta pentingnya adab seorang thalibul ‘ilm.
Syaikh Musa Al-Luqmani menekankan pentingnya menjaga bacaan Al-Qur’an , sementara para masyaikh lainnya mengingatkan agar para santri menjaga waktu, semangat, dan niat dalam menuntut ilmu.
Dauroh Ilmu Faraid & Penguatan Sunnah
Kegiatan inti kunjungan ini adalah dauroh khusus bagi para asatidzah dan mahasiswa sekolah tinggi. Dauroh tersebut terbagi menjadi dua tema utama:
1. Dasar-dasar Ilmu Faraid
Dalam sesi ini para masyaikh menjelaskan pondasi utama dalam ilmu faraid—ilmu pembagian waris—yang merupakan ilmu penting di dalam syariat namun sering dilalaikan banyak orang. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai kaidah dasar, pembagian ahli waris, serta urgensi mempelajari faraid sebagai bagian dari menjaga hak-hak kaum muslimin.
2. Kajian Kitab Al-Inthişār lis-Sunnah
Pada tema kedua, para masyaikh membahas kitab Al-Inthişār lis-Sunnah, sebuah karya penting yang menegaskan keutamaan Sunnah Nabi ﷺ dan urgensi membelanya dari berbagai penyimpangan.
Para ulama mengingatkan bahwa menggaungkan Sunnah serta membelanya adalah kewajiban ilmiah dan amaliyah seorang da’i. Mereka menekankan pentingnya mengikuti manhaj yang benar, berpegang pada dalil, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan dalam agama.
Peserta dauroh mendapatkan kesempatan bertanya dan berdiskusi langsung dengan para masyaikh, sehingga suasana berjalan sangat interaktif dan penuh manfaat.
Kunjungan para masyaikh Ummul Quro ini menjadi momen berharga yang memperkuat visi Pondok Pesantren Riyadhussholihiin dalam mencetak generasi ulama dan du‘at yang beradab, berilmu, dan kokoh dalam membela Sunnah.
Semoga ilmu yang dibagikan menjadi keberkahan dan dorongan semangat bagi seluruh civitas pesantren.